Ekonomi
Beranda / Ekonomi / PTPN IV PalmCo Raup USD 10,5 Juta dari Penjualan CPO Bersertifikasi RSPO

PTPN IV PalmCo Raup USD 10,5 Juta dari Penjualan CPO Bersertifikasi RSPO

PTPN IV PalmCo Raup USD 10,5 Juta dari Penjualan CPO Bersertifikasi RSPO
Capaian penjualan CPO dan PKO bersertifikasi RSPO PTPN IV PalmCo menghasilkan premium price USD 10,5 juta sepanjang 2025.(Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

Jakarta, Mediagempita.com – Subholding PTPN IV PalmCo, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara III (Persero), meraup tambahan penghasilan berupa premium price sebesar USD 10,5 juta atau sekitar Rp 174 miliar sepanjang 2025. Pendapatan tersebut berasal dari penjualan 760 ribu ton crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) bersertifikasi Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO).

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan, tambahan pendapatan tersebut diperoleh dari produk sawit bersertifikasi RSPO dengan skema Identity Preserved (IP) dan Mass Balance (MB).

“Sertifikasi RSPO IP dan MB menempatkan PalmCo pada segmen pasar berstandar tinggi dan berkelanjutan. Skema ini menjamin keterlacakan dari hulu ke hilir sekaligus memberikan nilai tambah secara komersial,” kata Jatmiko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan data perusahaan, sepanjang 2025 PalmCo memproduksi dan menjual 201 ribu ton CPO bersertifikasi RSPO IP dari tiga entitas di Sumatera Utara dan Riau. PTPN IV Regional I dan II di Sumatera Utara masing-masing menjual 57,5 ribu ton dan 60,4 ribu ton, sementara PTPN IV Regional III di Riau mencatatkan penjualan 82 ribu ton CPO RSPO IP.

Selain itu, PalmCo juga memproduksi dan memasarkan 520 ribu ton CPO bersertifikasi RSPO Mass Balance. Hampir seluruh entitas di bawah PalmCo memproduksi CPO RSPO MB yang telah diakui pasar internasional.

Durian Nile Resmi Terdaftar, Varietas Lokal Limapuluh Kota Siap Perkuat Daya Saing Durian Indonesia

Untuk produk minyak inti sawit, tercatat sebanyak 40,5 ribu ton palm kernel oil (PKO) bersertifikasi RSPO MB terserap pasar sepanjang tahun lalu.

Sebagai informasi, sertifikasi RSPO dengan skema Identity Preserved merupakan level tertinggi dalam sistem rantai pasok berkelanjutan RSPO. Seluruh CPO yang diperdagangkan berasal dari sumber tunggal yang terverifikasi dan terpisah dari produk nonsertifikasi, sehingga memiliki nilai premium di pasar global.

Sementara itu, skema Mass Balance memungkinkan pencampuran minyak sawit bersertifikasi dalam rantai pasok dengan pengendalian lokasi produksi, dan menjadi bagian penting dari volume Certified Sustainable Palm Oil (CSPO) yang diperdagangkan secara global.

Kebutuhan domestik dan internasional

Jatmiko menambahkan, produk bersertifikasi tersebut dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan internasional. Menurutnya, konsistensi penerapan standar keberlanjutan menjadi kunci menjaga akses pasar di tengah meningkatnya hambatan nontarif dan regulasi lingkungan di negara tujuan ekspor.

PalmCo Gercep Sejak Awal Pulihkan Daerah Terdampak Bencana di Sumatera

“Pasar semakin selektif. Keberlanjutan, kepatuhan, dan transparansi menjadi parameter utama. PalmCo menempatkan ketiganya sebagai bagian dari strategi bisnis,” ujarnya.

Ia juga menyebut penerapan sertifikasi RSPO IP dan MB mendorong peningkatan disiplin operasional di tingkat kebun dan pabrik, termasuk pengelolaan lingkungan, pengendalian emisi, serta perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi.

Dalam beberapa tahun terakhir, PalmCo terus mengakselerasi transformasi bisnis melalui penguatan tata kelola, integrasi rantai pasok, serta peningkatan volume produk bersertifikasi.

“Keberlanjutan bukan hanya tuntutan regulasi, tetapi strategi jangka panjang perusahaan untuk menjaga daya saing dan kinerja usaha,” tutup Jatmiko.(red)

Bupati Aceh Tamiang Apresiasi PTPN IV PalmCo sebagai Perusahaan Pertama Bantu Korban Banjir
×
×