JAKARTA,Mediagempita.com – Internasional Sepak Takraw Federation (ISTAF) memutuskan melanjutkan proses disiplin terhadap lima pemain dan tiga ofisial tim Thailand menyusul insiden yang terjadi pada final nomor beregu melawan Malaysia dalam ajang ISTAF Sepaktakraw World Cup Kuala Lumpur 2026.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat Komite Disiplin ISTAF yang digelar secara daring pada Kamis (19/6/2026) dengan melibatkan perwakilan dari sejumlah negara anggota.
Dalam keterangan resminya, ISTAF menyatakan keputusan itu diambil setelah menelaah laporan perangkat pertandingan, pengaduan dari Persatuan Sepak Takraw Malaysia (PSM), rekaman video pertandingan, serta klarifikasi yang disampaikan Persatuan Sepak Takraw Thailand (TAT).
Komite Disiplin menilai terdapat dasar yang cukup untuk memproses lima pemain Regu Ketiga Thailand yang diduga menolak melanjutkan pertandingan pada laga final tersebut.
Selain para pemain, dua pelatih dan satu manajer tim Thailand juga akan menjalani proses disiplin karena diduga terlibat atau tidak melakukan langkah pencegahan terhadap insiden yang terjadi.
ISTAF menegaskan penanganan kasus ini penting untuk menjaga integritas, disiplin, dan kredibilitas olahraga sepak takraw internasional, terutama menjelang sejumlah agenda besar seperti Asian Games Nagoya 2026 dan Asian Games Doha 2030.
Surat dakwaan resmi terhadap delapan individu tersebut dijadwalkan diterbitkan paling lambat 20 Juni 2026. Setelah menerima surat tersebut, mereka diberikan waktu 14 hari untuk menyampaikan pembelaan secara tertulis.
Setelah masa tanggapan berakhir, Komite Disiplin ISTAF akan melanjutkan proses persidangan dan mengambil keputusan berdasarkan keterangan serta bukti yang diajukan sesuai ketentuan Konstitusi dan Peraturan ISTAF.
Sementara itu, tujuh pemain Thailand dari Regu Pertama dan Regu Kedua yang berada di area pertandingan saat insiden berlangsung tidak dikenakan proses disiplin lanjutan. Namun, mereka dijatuhi sanksi berupa peringatan keras karena dinilai melakukan tindakan yang berpotensi memicu provokasi.
Ketujuh pemain tersebut juga diwajibkan menandatangani surat pernyataan untuk menghormati keputusan perangkat pertandingan, mematuhi peraturan ISTAF, tidak mengganggu jalannya pertandingan, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play.
Selain itu, ISTAF meminta Persatuan Sepak Takraw Thailand (TAT) menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada komunitas sepak takraw internasional dan para penonton atas insiden yang terjadi.
Sekretaris Jenderal ISTAF, Datuk Abdul Halim Kader, menegaskan bahwa setiap pelanggaran disiplin akan ditangani secara serius. Meski demikian, proses penegakan aturan tetap dilakukan secara adil, transparan, dan berdasarkan prinsip due process demi menjaga martabat serta masa depan olahraga sepak takraw dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Halim Kader dari Singapura pada Jumat (20/6/2026).(red)
