Sumut
Beranda / Daerah / Sumut / Jembatan Bailey di Wampu Rampung, Akses Tiga Desa di Langkat Pulih Pascabanjir

Jembatan Bailey di Wampu Rampung, Akses Tiga Desa di Langkat Pulih Pascabanjir

Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa bersama jajaran TNI, pemerintah daerah, dan mitra perusahaan meninjau Jembatan Bailey yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.

Langkat,Mediagempita.com – Warga di tiga desa di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kini kembali dapat beraktivitas normal setelah jembatan utama yang putus akibat banjir bandang berhasil digantikan dengan jembatan darurat tipe Bailey.

Jembatan Bailey sepanjang 30 meter dengan lebar 4 meter tersebut menghubungkan kembali Desa Besilam Bukit Lembasa, Desa Kebun Balik, dan Desa Banjaran Raya. Infrastruktur darurat ini menjadi jalur vital distribusi hasil pertanian serta mobilitas harian masyarakat setempat.

Pembangunan jembatan merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) TNI AD, PTPN IV PalmCo, dan PT Langkat Nusantara Kepong (LNK).

Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa meninjau langsung penyelesaian pembangunan jembatan pada awal pekan lalu. Peninjauan turut dihadiri jajaran Korem, Kodim Langkat, unsur Muspika Kecamatan Wampu, serta tokoh masyarakat.

Dalam keterangannya, Hendy menekankan pentingnya respons cepat dan gotong royong berbagai pihak dalam masa tanggap darurat bencana.

Kevin Wu Dilantik Kembali sebagai Ketum Dharmapala Nusantara 2025–2030

“Kami mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam pembangunan jembatan ini. Sinergi menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan akses masyarakat,” ujarnya.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menyampaikan keterlibatan perusahaan dalam pembangunan jembatan merupakan bagian dari peran BUMN dalam mendukung stabilitas sosial masyarakat terdampak bencana.

“Pembangunan Jembatan Bailey bersama Kodam I/Bukit Barisan ini adalah wujud nyata bahwa BUMN dan TNI hadir di garis depan penanggulangan bencana. Kami tidak ingin urat nadi perekonomian warga desa lumpuh terlalu lama,” katanya.

Menurut Jatmiko, operasi kemanusiaan PTPN IV PalmCo dalam beberapa bulan terakhir telah menjangkau 16 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, antara lain Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Langsa, Medan, Langkat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Sibolga, Pasaman Barat, Padang, Tanah Datar, Agam, Solok, dan Lima Puluh Kota.

Bantuan yang diberikan meliputi pengerahan alat berat untuk membuka akses terdampak longsor, distribusi ratusan ton sembako, penyediaan obat-obatan, serta pendirian posko darurat bagi pengungsi. Pada wilayah dengan kerusakan permukiman berat seperti Aceh Tamiang dan Tapanuli Selatan, perusahaan juga menyediakan lahan untuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

BPJPH, BSN, dan AMKI Jaya Perkuat Sinergi Pembiayaan Syariah untuk Daya Saing UMKM Halal

Khusus di Kabupaten Langkat, pembangunan jembatan melengkapi bantuan sebelumnya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa dukungan logistik dan bantuan pendidikan bagi anak-anak terdampak banjir.

Ratusan paket perlengkapan sekolah seperti tas, buku tulis, buku gambar, dan alat mewarnai telah disalurkan ke posko pengungsian guna menjaga semangat belajar anak-anak pascabencana.

Dengan beroperasinya Jembatan Bailey di Kecamatan Wampu, diharapkan proses pemulihan di Kabupaten Langkat dapat berlangsung lebih cepat seiring kembali normalnya arus barang dan mobilitas masyarakat di tiga desa tersebut.(red)

×
×