Internasional
Beranda / Internasional / Trump Tolak Tawaran Iran Buka Selat Hormuz, Perundingan Masih Berpeluang Dilanjutkan

Trump Tolak Tawaran Iran Buka Selat Hormuz, Perundingan Masih Berpeluang Dilanjutkan

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. (Foto: Istimewa)

WASHINGTON,Mediagempita.com — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal Iran yang menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz sekaligus upaya menghentikan konflik. Proposal tersebut disampaikan melalui mediator, termasuk Qatar, dan menawarkan pembukaan jalur strategis itu dalam waktu tujuh hari serta dimulainya kembali pembicaraan mengenai program nuklir Iran.

Dalam proposal tersebut, Iran mengaitkan pembukaan Selat Hormuz dengan sejumlah langkah dari Amerika Serikat. Di antaranya penghentian blokade terhadap pelabuhan Iran, pelonggaran sanksi terhadap penjualan minyak, serta penghentian permusuhan di kawasan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menjelaskan bahwa tenggat tujuh hari akan mulai dihitung setelah Washington menerima proposal tersebut. Menurut penjelasan yang diberitakan AP, proses awal diperkirakan membutuhkan sekitar empat hingga lima hari, dengan pembukaan selat pada hari keenam dan dimulainya pembicaraan nuklir pada hari ketujuh.

Trump kemudian menyatakan telah menerima proposal tersebut, tetapi menolaknya. Reuters melaporkan Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa dirinya menolak tawaran Iran tersebut.

Di tengah penolakan tersebut, Trump juga kembali menggunakan istilah “Trump Strait” ketika merujuk pada Selat Hormuz. Sebutan itu muncul dalam unggahan Trump mengenai jalur perairan strategis tersebut.

Cuaca Jakarta Hari Ini Senin 28 September 2026, BMKG: Cerah Berawan

Iran masih membuka jalur diplomasi. Araghchi menegaskan bahwa penyelesaian melalui perundingan tetap menjadi pilihan untuk mengakhiri kebuntuan. Ia juga menyatakan pembukaan Selat Hormuz bergantung pada terpenuhinya persyaratan yang telah disampaikan Tehran.

Perkembangan tersebut membuat Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik utama dalam ketegangan antara Washington dan Tehran. Selain berkaitan dengan konflik dan hubungan kedua negara, jalur tersebut memiliki kepentingan besar bagi perdagangan energi internasional.(red)

×
×