Tangerang,Mediagempita.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh kalangan santri Indonesia. Muhammad Salim, santri binaan Habib Luthfi bin Yahya, berhasil mengharumkan nama bangsa melalui cabang olahraga Kurash di tingkat internasional.
Pada 2024, Muhammad Salim bersama pelatihnya, Subhan Prasandra, sukses meraih medali perak dalam ajang Kejuaraan Dunia Veteran Kurash yang digelar di Ulaanbaatar, Mongolia. Capaian ini menjadi bukti bahwa santri tidak hanya unggul di bidang spiritual, tetapi juga mampu bersaing di panggung olahraga dunia.
Muhammad Salim merupakan atlet Kurash asal Kota Tangerang, Banten. Ia menjalani latihan intensif bersama pelatihnya di Perkumpulan Sandro Adityajaya, yang menjadi pusat pembinaan Kurash di wilayah tersebut. Selain sebagai atlet dan santri, ia juga bekerja sebagai staf di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
Memasuki 2026, langkah besar kembali diambil. Muhammad Salim bersama Subhan Prasandra terpilih mewakili Indonesia dalam ajang Asian Games 2026 yang akan digelar di Nagoya, Aichi, Jepang, pada September mendatang. Keikutsertaan ini berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia (PB Ferkushi) sebagai bentuk pengakuan atas prestasi mereka.
Dalam rangka persiapan, Muhammad Salim menjalani program latihan intensif dan membuka peluang dukungan sponsorship. Salah satu agenda penting adalah mengikuti Bangladesh International Open Kurash Championship pada Mei mendatang sebagai ajang tryout internasional.
Pelatih sekaligus Ketua Federasi Kurash Kota Tangerang, Subhan Prasandra, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju ajang internasional tidaklah mudah. Ia menyebut masih terbatasnya dukungan, baik dari pemerintah daerah maupun sponsorship.
“Perjuangan Muhammad Salim penuh tantangan. Saat ini kami masih mengandalkan pembiayaan mandiri untuk persiapan,” ujarnya.
Ia berharap ke depan ada dukungan lebih luas dari berbagai pihak agar persiapan atlet dapat berjalan maksimal dan mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia.
Selain itu, setelah mengikuti kejuaraan di Bangladesh, Muhammad Salim direncanakan menjalani training camp di Tashkent, Uzbekistan selama sekitar satu bulan guna meningkatkan kemampuan teknik, fisik, dan mental.
Muhammad Salim dikenal sebagai sosok disiplin dan memiliki semangat juang tinggi. Ia mampu menyeimbangkan perannya sebagai santri, aparatur negara, dan atlet berprestasi.
Dalam kesempatan terpisah, Habib Luthfi bin Yahya memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa santri harus mampu berprestasi tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga di berbagai bidang lain seperti olahraga.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya para santri, untuk terus mengembangkan potensi diri dan berkontribusi bagi bangsa di tingkat global.(red)
