JAKARTA,Mediagempita.com — Ketua Dewan Pakar Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat, Drs. Asri Hadi, M.A., memberikan apresiasi atas penghargaan Tokoh Pers Tangguh yang diterima Pimpinan Redaksi MITRAPOL sekaligus Ketua Umum AMKI, Dadang Rachmat, S.H., dalam rangkaian HUT ke-11 Media Sudut Pandang.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara puncak HUT ke-11 Media Sudut Pandang yang digelar di Hotel Luminor Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).
Asri Hadi menilai penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjalanan dan konsistensi Dadang Rachmat dalam menjalankan profesi jurnalistik sekaligus mempertahankan keberlangsungan media di tengah perubahan industri pers.
“Penghargaan Tokoh Pers Tangguh merupakan apresiasi yang patut disyukuri. Ini sekaligus menjadi pengingat bahwa profesi jurnalistik membutuhkan konsistensi, integritas dan tanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Asri Hadi.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi media saat ini tidak semakin ringan. Perkembangan teknologi digital membuat informasi dapat beredar dalam waktu sangat cepat, sehingga media dituntut mampu beradaptasi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik.
Asri Hadi berharap penghargaan tersebut dapat menjadi dorongan bagi Dadang Rachmat untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pers nasional serta memperkuat profesionalisme di lingkungan media.
“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, menjaga independensi dan meningkatkan kualitas jurnalistik. Kepercayaan masyarakat harus tetap menjadi salah satu hal utama yang dijaga oleh setiap insan pers,” katanya.
Ia juga menyoroti tema HUT ke-11 Media Sudut Pandang, yakni “11 Tahun Merawat Kepercayaan”. Menurut Asri Hadi, tema tersebut relevan dengan tantangan pers di tengah derasnya arus informasi digital.
Baginya, usia sebuah media bukan hanya berkaitan dengan lamanya media tersebut berdiri, tetapi juga bagaimana media mempertahankan kredibilitas serta kepercayaan pembacanya.
“Kepercayaan publik tidak dibangun dalam waktu singkat. Itu lahir dari proses panjang, melalui pemberitaan yang akurat, berimbang dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Asri Hadi mengingatkan bahwa tuntutan terhadap media untuk menyajikan berita secara cepat tidak boleh mengesampingkan proses verifikasi. Setiap informasi yang akan dipublikasikan tetap perlu diperiksa dan disajikan secara proporsional.
“Kecepatan memang penting dalam media digital, tetapi akurasi harus tetap menjadi prioritas. Fakta harus diverifikasi dan pemberitaan harus memberikan ruang yang berimbang bagi pihak-pihak yang berkepentingan,” ujarnya.
Ia menilai prinsip tersebut semakin penting karena masyarakat kini memiliki akses terhadap informasi dari berbagai platform. Kondisi itu membuat media dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga mampu memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam pandangannya, pers memiliki peran penting dalam menjaga kualitas ruang publik. Media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membantu masyarakat memahami berbagai persoalan secara lebih utuh.
“Jurnalistik bukan perlombaan untuk menjadi yang pertama, melainkan bagaimana informasi yang disampaikan benar, berimbang dan memiliki manfaat bagi masyarakat,” kata Asri Hadi.
Ia menambahkan, transformasi digital juga mendorong perusahaan pers untuk terus berinovasi. Konvergensi media membuat berbagai bentuk platform informasi semakin terintegrasi, mulai dari media daring, cetak hingga konten multimedia.
Namun, perubahan teknologi tersebut menurutnya tidak boleh mengubah prinsip dasar jurnalistik. Independensi, verifikasi, akurasi, keberimbangan dan tanggung jawab kepada publik tetap harus menjadi pedoman.
“Teknologi dan platform akan terus berkembang. Tetapi nilai dasar jurnalistik harus tetap dipertahankan. Justru di tengah perubahan tersebut, profesionalisme media semakin dibutuhkan,” katanya.
Asri Hadi juga berharap penghargaan yang diberikan kepada Dadang Rachmat dapat menjadi bagian dari upaya mendorong insan pers untuk terus menjaga kualitas profesinya.
Ia menilai keberadaan organisasi seperti AMKI memiliki peran dalam mendorong terciptanya ekosistem media yang profesional, sehat dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Media yang kuat membutuhkan lingkungan pers yang sehat. Profesionalisme perusahaan pers, kualitas pemberitaan dan kepercayaan masyarakat harus dibangun secara bersama-sama,” pungkasnya.
Penghargaan Tokoh Pers Tangguh kepada Dadang Rachmat menjadi salah satu bagian dari rangkaian Sudut Pandang Award 2026 yang digelar bersamaan dengan peringatan HUT ke-11 Media Sudut Pandang.(red)
