Semarang, Media Gempita.com – Yayasan Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF) menggelar aksi kemanusiaan bertajuk Wheels of Hope atau Roda Harapan di Kota Semarang pada 11 – 12 September 2025.
Yayasan yang didirikan oleh Natalia Tjahja ini menyerahkan kursi roda kepada pasien di RS Panti Wilasa dr. Cipto dan RSUP dr. Kariadi.
Bagi sebagian orang, kursi roda mungkin hanya sekadar alat bantu. Namun bagi pasien dan keluarganya, kursi roda berarti kebebasan, kemandirian, bahkan hadiah kehidupan.
“Momen ini sangat emosional. Beberapa pasien yang sebelumnya hanya bisa digendong keluarga, kini bisa pulang menggunakan kursi roda sendiri,” ungkap Natalia dalam keterangan tertulis, Jumat (12/9).
Masing-masing rumah sakit menerima lima unit kursi roda. Bantuan ini ditujukan bagi pasien yang benar-benar membutuhkan, termasuk lansia, penyintas thalasemia, penderita lupus, pasien kanker, hingga mereka yang baru saja menjalani amputasi.
Program ini juga memungkinkan penerima membawa pulang kursi roda tersebut, sehingga manfaatnya tidak berhenti di rumah sakit, tetapi terus berlanjut di kehidupan sehari-hari.
“Saya sangat bersyukur karena kali ini bisa pulang dengan kursi roda. Biasanya, saya harus digendong,” ujar seorang pasien lansia penuh haru.
Senyum lain datang dari seorang remaja penyintas lupus dan kanker.
“Saya ingin sembuh, dan hari ini saya bahagia mendapat hadiah kursi roda,” ungkapnya.
Sejak berdiri pada 22 Desember 2006, MMLWF konsisten menyalurkan kasih dan kepedulian. Fokus utamanya adalah mendampingi anak-anak penyandang disabilitas dan para lansia yang hidup dalam keterbatasan.
Program Wheels of Hope menjadi bukti nyata bagaimana yayasan ini berupaya mengubah keterbatasan menjadi peluang, serta menghadirkan harapan di tengah kesulitan.
Aksi kemanusiaan ini juga tidak berdiri sendiri. Dukungan mengalir dari berbagai pihak, antara lain Marriott Business Council Jakarta, Citilink Indonesia, donatur lokal Yenny Sutanto (pemilik Horapa Seafood & Thai Kitchen), hingga sejumlah remaja diaspora Indonesia Daniella R. Citra (London), Malika Djajadiningrat (Jakarta), Warren G. Sebastian (Taipei), dan Laetitia P. (Amerika Serikat).
Dukungan lokal juga datang dari pengusaha perempuan asal Semarang, Leony Santoso.
Sebagai bentuk penghargaan, MMLWF memberikan apresiasi simbolis kepada dua tokoh yang dinilai berperan aktif dalam mendukung kegiatan sosial yayasan. Vivi Vira Viridianti, Manajer Hukum dan Humas RSUP dr. Kariadi, dianugerahi gelar Icon Humas RS 100 CTFP Indonesia. Sementara Dr. Yoseph Chandra, M.Kes, Penasihat RS Panti Wilasa dr. Cipto, dinobatkan sebagai Icon Dokter 100 CTFP Indonesia.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami dalam memberikan harapan dan bantuan nyata kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucap Natalia
Aksi Roda Harapan di Semarang kali ini tidak hanya menyalurkan kursi roda, melainkan juga menyalakan api semangat dalam hati banyak orang. Karena di balik setiap kursi roda yang berpindah tangan, ada senyum, doa, dan keyakinan bahwa harapan tak pernah padam.(red)
