News
Beranda / News / Waduh! Situs KPU Diretas Hacker, 204 Juta Data Pemilih Bocor

Waduh! Situs KPU Diretas Hacker, 204 Juta Data Pemilih Bocor

Data KPU
Ilustrasi

Jakarta, Gempita.co – Hacker yang mengaku bernama anonim Jimbo mengakui meretas situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) di hari pertama kampanye Pilpres 2024.

Jimbo mengklaim memiliki lebih dari 250 juta (252.327.304) Data Pemilih Tetap (DPT) dan membocorkan 500 ribu data sebagai sampel yang bisa dilihat pengguna BreachForums.

Berdasarkan analisis lembaga riset CISSReC, data yang diambil Jimbo hanya mencapai 204 juta.

Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 - LSM Gempita

Jimbo menawarkan data yang diklaim memiliki data pemilih seharga 74 ribu dolar atau setara Rp 1,2 miliar.

Dari tangkapan layar pada halaman Admin KPU dari domain sidalih.kpu.go.id terlihat masih dalam proses maintenance.

Prabowo Apresiasi Atlet Indonesia, Bonus Emas Asian Games Naik Jadi Rp3 Miliar

Kemungkinan besar Jimbo berhasil mendapatkan akses login dan KPU sedang melakukan perbaikan.

Informasi kebocoran data penduduk peserta Pemilu 2024 yang dilakukan Jimbo dibagikan Founder Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, pada Selasa ( 28/11/2023).

Melalui unggahan media sosial X, Teguh Aprianto memposting,

“Belum juga pemilu dan tau hasilnya gimana tapi data pribadi kita semua yang terbaru malah udah bocor duluan. Sungguh berguna sekali kalian @kemkominfo, @BSSN_RI dan @KPU_ID.

“ Jimbo melakukan penyaringan, terdapat 204.807.203 data unik di mana jumlah ini hampir sama dengan jumlah pemilih dalam DPT Tetap KPU yang berjumlah 204.807.222 pemilih dari 514 kab/kota di Indonesia serta 128 negara perwakilan,” kata Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha.

Prabowo Tekankan Aksi Terpadu Atasi Karhutla dan Penegakan Hukum

×
×