JAKARTA,Mediagempita.com – Di tengah kesibukannya menuntaskan studi Magister Hukum, Rukmana, jurnalis media Sudut Pandang, berhasil meraih predikat kompeten pada Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang utama yang difasilitasi Dewan Pers di Jakarta.
UKW yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti puluhan wartawan dari berbagai latar belakang organisasi pers dan lembaga uji. Dari total 36 peserta, Rukmana dinyatakan lulus setelah melewati rangkaian penilaian yang menuntut ketelitian tinggi, kemampuan analisis mendalam, serta pemahaman komprehensif terhadap praktik jurnalistik profesional.
Peserta UKW berasal dari sejumlah organisasi dan lembaga uji, di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), serta Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Keberagaman latar belakang tersebut mencerminkan standar kompetensi yang diterapkan secara merata bagi seluruh insan pers.
Rukmana mengaku bersyukur atas capaian yang diraih dan menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pers serta PWI atas penyelenggaraan UKW yang dinilainya berjalan profesional dan berintegritas. Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Direktur Lembaga Uji Kompetensi PWI, Aat Surya Safaat, yang menurutnya menjalankan proses penilaian secara objektif dan ketat.
Menurut Rukmana, pengalaman dan rekam jejak Aat Surya Safaat sebagai Direktur Pemberitaan Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA serta mantan Kepala Biro ANTARA New York tercermin dalam kedalaman dan ketegasan penilaian selama UKW. Seluruh aspek diuji secara rinci, mulai dari ketepatan penggunaan bahasa sesuai kaidah KBBI hingga kemampuan analisis redaksional.
Pada jenjang UKW Utama, peserta juga diuji melalui simulasi rapat redaksi, penulisan tajuk rencana, penerapan kode etik jurnalistik, serta kepekaan dalam menilai akurasi, keseimbangan, dan dampak sosial sebuah pemberitaan. Proses ini, menurut Rukmana, menjadi pengalaman reflektif yang mempertegas tuntutan profesionalisme dalam profesi jurnalis.
Jurnalis yang akrab disapa Ade itu menilai UKW bukan sekadar ajang kelulusan, melainkan sarana evaluasi diri bagi wartawan agar senantiasa menjaga standar etik dan kualitas karya jurnalistik. Ia menegaskan bahwa objektivitas, kejujuran, akurasi, serta penghormatan terhadap martabat manusia merupakan fondasi utama dalam membangun dan menjaga kepercayaan publik terhadap pers.
Selain aktif sebagai jurnalis, Rukmana saat ini juga mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Hukum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat. Menurutnya, capaian UKW Utama tersebut semakin memperkuat tanggung jawab moral untuk mendorong praktik jurnalistik yang profesional, beretika, dan bertanggung jawab di tengah dinamika media yang terus berkembang.
Ucapan selamat atas keberhasilan tersebut turut datang dari berbagai kalangan. Salah satunya disampaikan oleh Humas Taipei Economic and Trade Office (TETO), Mepi Lin, yang mengapresiasi capaian Rukmana dalam meraih hasil memuaskan pada UKW jenjang utama.(red)
