Internasional
Beranda / Internasional / Polisi Myanmar Tembak Demonstran, Satu Tewas dan Dua Kritis

Polisi Myanmar Tembak Demonstran, Satu Tewas dan Dua Kritis

Yangon, Gempita.co – Polisi Myanmar menindak aksi demo mengakibatkan dua orang pendemo kritis kondisinya di rumah sakit.

Hal itu dijelaskan dokter yang menangani mereka, Selasa (9/2/2021) malam.

Beberapa laporan media lokal pada hari sebelumnya mengatakan seorang pria yang ditembak oleh polisi selama demonstrasi anti-kudeta di Nay Pyi Taw telah meninggal.

Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 - LSM Gempita

Pria itu, dikatakan berusia 20-an, terluka parah ketika polisi menggunakan meriam air dan menembakkan peluru karet untuk membubarkan kerumunan pengunjuk rasa, menurut saksi dan laporan media.

Seorang ahli bedah, yang meninggalkan rumah sakit pada malam hari, juga mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pria itu ditembak di dada dan meninggal karena luka-lukanya.

China Dikabarkan Akhiri Produksi Type 052D, Peluang Ekspor Masih Jadi Tanda Tanya

Namun, dua ahli bedah yang bertugas di malam hari memastikan bahwa pria dan pengunjuk rasa lainnya – seorang wanita berusia 20-an yang kepalanya tertembak – masih hidup dan dalam perawatan yang mana kondisinya kritis.

Min Thu, seorang saksi mata yang melihat tindakan kekerasan polisi di dekat persimpangan ibu kota Thabyay Gone, menyebutkan jumlah korban luka sekitar 10 orang.

Jaringan radio Radio Free Asia mengatakan setidaknya lima pengunjuk rasa, termasuk seorang wanita berusia 20-an, dilarikan ke rumah sakit umum.

“Seorang gadis ditembak di bagian dada dan segera dibawa ke rumah sakit,” kata seorang pengunjuk rasa lainnya, yang meminta namanya tidak disebutkan.

Sebuah video yang menunjukkan seorang wanita terlihat ditembak saat polisi menanggapi pengunjuk rasa yang melempar batu juga viral di media sosial.

Kerusuhan Meluas di Prancis, Penjarahan Terjadi di Sejumlah Kota

Sumber: anadolu agency

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×