Olahraga
Beranda / Olahraga / Piala Thomas dan Uber 2020, Ginting Kalah, Minions Perpanjang Napas Indonesia

Piala Thomas dan Uber 2020, Ginting Kalah, Minions Perpanjang Napas Indonesia

Anthony Sinisuka Ginting
Anthony Sinisuka Ginting

Gempita.co-Pasangan ganda putra Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo sukses memperpanjang napas Indonesia berkat kemenangan 21-13, 10-21, 21-15 atas Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmus dalam 55 menit. Skor Indonesia dan Denmark pun jadi 1-1.

Pertarungan antara Minions dengan Astrup/Rasmussen berjalan ketat. Dukungan penonton tuan rumah yang memadati Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Sabtu (16/10) sore, benar-benar dimanfaatkan wakil tuan rumah, terutama di gim kedua.

Gim pertama, Minions sukses memenangi laga dengan 21-13. Namun di gim kedua, ada perubahan strategi lawan yang cukup berhasil. Hasilnya di gim kedua menjadi milik pasangan Denmark dengan 21-10.

“Gim kedua, kami selalu tertekan dan lawan juga lebih siap,” tutur Marcus usai laga.

Gim ketiga, Marcus/Kevin sudah memimpin sempat didekati hingga 10-7. Pengembalian smash yang nyangkut membuat interval gim ketiga jadi milik andalan Merah-Putih dengan skor 11-7.

Sandro Adityajaya Dojo Tangerang Siapkan Atlet Judo Menuju Kejuaraan Nasional dan Internasional 2026

Dua kesalahan lawan menambah skor menjadi 13-8. Pengamatan Kevin yang salah skor berubah menjadi 13-9. Dua kali smash dan penempatan Marcus yang tak terjangkau lawan, menambah skor menjadi 17-10.

Cegatan Kevin dengan menempatkan shuttlecock jauh dari jangkauan lawan, skor pun berubah menjadi 18-14. Smash Kevin menambah jadi 19-14. Placing Kevin ke tempat kosong, 20-15. Namun gim penentuan akhirnya menjadi milik Indonesia dengan skor 21-15.

“Bersyukur bisa menyumbangkan angka. Bisa menyamakan kedudukan 1-1 itu sangat penting. Senang bisa menyamakan kedudukan 1-1. Melawan pasangan tuan rumah ini selalu tidak mudah dan selalu ramai,” tutur Kevin.

“Kami tentu ingin menang, kalau kami sampai kalah dan ketinggalan 0-2 itu membuat perjuangan reman-teman sangat berat,” ujar Marcus.

Kepala pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi, menyebut di gim kedua, Marcus/Kevin kehilangan momen. Kaki Marcus yang kurang lincah, akhirnya diminta lebih banyak bermain dari depan.

Menuju Asian Games 2026, PB PSTI Terapkan Sistem Promosi-Degradasi di Seleknas

“Saya minta Marcus/Kevin untuk mengajak bermain panjang-panjang karena lawan menyerang dan maju terus. Lawan mengubah strategi, kami pun juga harus mengubah strategi. Yang pasti mereka menang karena punya semangat kuat untuk menang,” tutur Herry.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×