Internasional
Beranda / Internasional / Masuk Secara Ilegal, Kapal Perang Amerika Diusir China

Masuk Secara Ilegal, Kapal Perang Amerika Diusir China

Beijing, Gempita.co – Kapal perang Amerika Serikat (AS) yang secara ilegal memasuki perairan Kepulauan Paracel, Laut China Selatan, diusir militer China, Senin kemarin.

Klaim militer Beijing ini muncul pada momen lima tahun peringatan putusan pengadilan internasional yang menyatakan bahwa Beijing tidak memiliki klaim atas Laut China Selatan.

Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengatakan, kapal perang USS Benfold memasuki perairan Kepulauan Paracel tanpa persetujuan pemerintah China, melanggar kedaulatan China dan merusak stabilitas Laut China Selatan.

Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 - LSM Gempita

“Kami mendesak Amerika Serikat untuk segera menghentikan tindakan provokatif seperti ini,” kata Komando Teater Selatan dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilaporkan Reuters.

Angkatan Laut AS belum berkomentar atas klaim kapal perangnya diusir militer China.

China Dikabarkan Akhiri Produksi Type 052D, Peluang Ekspor Masih Jadi Tanda Tanya

Paracel adalah kepulauan dari ratusan pulau, terumbu karang, dan atol di Laut China Selatan yang kaya akan sumber daya yang diperebutkan oleh China, Vietnam, Taiwan, Filipina, Malaysia, dan Brunei.

Beijing mengklaim hak bersejarah atas sumber daya di wilayah itu dalam apa yang disebut sebagai “Nine Dash Line (Sembilan Garis Putus-putus)” atau sebagian besar wilayah Laut China Selatan.

Pada 12 Juli 2016, Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag memutuskan bahwa China tidak memiliki hak bersejarah atas Laut China Selatan. Pengadilan juga mengatakan China telah mengganggu hak penangkapan ikan tradisional Filipina di Scarborough Shoal dan melanggar hak kedaulatan Filipina dengan mengeksplorasi minyak dan gas di dekat Reed Bank.

Dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan kebebasan laut adalah kepentingan “abadi” semua negara.

“Tidak ada tatanan maritim berbasis aturan di bawah ancaman yang lebih besar daripada di Laut China Selatan,” kata Blinken.

Kerusuhan Meluas di Prancis, Penjarahan Terjadi di Sejumlah Kota

Sumber: asiatoday

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×