Kesehatan
Beranda / Ragam / Kesehatan / Manjur! Ini 2 Cara Mengolah Daun Kumis Kucing untuk Bantu Atasi Batu Ginjal

Manjur! Ini 2 Cara Mengolah Daun Kumis Kucing untuk Bantu Atasi Batu Ginjal

Ramuan daun kumis kucing dipercaya membantu meluruhkan batu ginjal secara alami. Kombinasi dengan herbal lain seperti daun meniran dan keji beling meningkatkan khasiatnya sebagai peluruh urine dan detoksifikasi. Sumber foto:Foto Net

JAKARTA,Mediagempita.com – Batu ginjal masih menjadi salah satu gangguan kesehatan yang umum dialami masyarakat Indonesia. Namun, solusi alami ternyata bisa ditemukan dari tanaman herbal yang tumbuh subur di pekarangan, yakni daun kumis kucing.

Mengutip laporan Kompas.com, Rabu (18/6/2025), ada dua cara mudah mengolah daun kumis kucing agar bisa dikonsumsi sebagai ramuan peluruh batu ginjal. Resep ini dikombinasikan dengan bahan herbal lain yang juga dikenal memiliki khasiat diuretik dan detoksifikasi.

Resep Pertama

Bahan:

25 gram daun kumis kucing

Pengurus Baru PSTI Jakarta Barat Dikukuhkan, Targetkan Prestasi Takraw hingga Tingkat Nasional

25 gram daun ngokilo

25 gram daun meniran lengkap dengan akar

25 gram daun keji beling

4 gelas air bersih

Cara Mengolah: Rebus semua bahan dalam 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Saring, lalu minum pagi dan sore hari.

PTPN IV PalmCo dan ITS Sepakati Kerja Sama Pengembangan Energi Sawit Berkelanjutan

Resep Kedua

Bahan:

3 genggam daun kumis kucing

5 lembar daun keji beling

2 gelas air bersih

BKSAP DPR RI Sampaikan Sikap Indonesia soal Konflik Timur Tengah di Sidang IPU ke-152

Cara Mengolah: Rebus hingga air menyusut menjadi 1 gelas. Ramuan ini bisa diminum dua kali sehari selama 10 hari berturut-turut.

Kandungan utama dalam daun kumis kucing adalah orthosiphonin, sejenis glikosida yang dapat membantu melarutkan batu oksalat, asam urat, dan fosfat di saluran kemih.

Meskipun bersifat alami, masyarakat diimbau tetap berhati-hati. Konsumsi ramuan herbal ini sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan tubuh dan dikonsultasikan ke dokter, terutama bagi penderita penyakit ginjal kronis, tekanan darah rendah, atau ibu hamil.(red)

×
×