Internasional
Beranda / Internasional / Erdogan Sebut Sistem Keamanan Internasional Gagal, Soroti Krisis Gaza

Erdogan Sebut Sistem Keamanan Internasional Gagal, Soroti Krisis Gaza

Recep Tayyip Erdogan – Presiden Turkiye.(Foto:Istimewa)

MEDIAGEMPITA.COM – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menilai sistem keamanan internasional yang terbentuk setelah Perang Dunia II tidak lagi mampu menjawab berbagai krisis global. Ia menyoroti konflik di Jalur Gaza serta ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran sebagai gambaran kondisi tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Erdogan saat menghadiri Forum TRT World di Istanbul, Jumat (6/11/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menggambarkan dunia tengah menghadapi perubahan besar yang ditandai meningkatnya persaingan pengaruh antarnegara dan melemahnya nilai-nilai perdamaian.

Menurut Erdogan, tatanan internasional yang dibentuk sekitar 81 tahun lalu telah menunjukkan kegagalan dalam menghadapi berbagai persoalan global.

Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 - LSM Gempita

Ia juga menyoroti kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza. Erdogan menyebut masyarakat di wilayah tersebut masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup di tengah kerusakan akibat konflik, sementara akses bantuan kemanusiaan dinilai masih menghadapi pembatasan.

Selain persoalan Gaza, Erdogan menilai meningkatnya kekerasan, ketidakadilan, kelaparan, dan kemiskinan menunjukkan perlunya upaya lebih serius untuk memperkuat perdamaian internasional.

Pererat Silaturahmi, Alumni SMA 3 Teladan Gelar Fun Walk IKA 383

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Turkiye mendorong reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ankara menilai struktur keamanan global yang dibentuk setelah Perang Dunia II perlu disesuaikan dengan perkembangan geopolitik saat ini.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Erdogan adalah hak veto lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Menurutnya, mekanisme tersebut membuat proses pengambilan keputusan internasional tidak memberikan ruang yang setara bagi seluruh negara anggota.

Turkiye mengusulkan penghapusan hak veto, penguatan peran Majelis Umum PBB, serta penerapan mekanisme pemilihan anggota Dewan Keamanan untuk masa jabatan tertentu.

Usulan tersebut menjadi bagian dari dorongan Ankara untuk mendorong perubahan tata kelola PBB agar dinilai lebih representatif dan mampu merespons tantangan keamanan internasional.(red)

Kebakaran Ruang Panel Listrik di Stasiun Gambir, 60 Petugas Dikerahkan
×
×