Megapolitan
Beranda / Megapolitan / Jeritan Pengggali Kubur di Jakarta, Kerja Keras Hingga Larut Malam

Jeritan Pengggali Kubur di Jakarta, Kerja Keras Hingga Larut Malam

TPU Pondok Ranggon - Foto: Istimewa

Jakarta, Gempita.co – Penggali Kubur Junaedi Bin Hakim bekerja keras hingga tengah malam hampir setiap hari di pemakaman Jakarta, untuk menyiapkan makam korban Virus Corona, COVID-19, yang semakin meningkat jumlahnya.

“Saya khawatir dan takut, tetapi ini adalah bagian dari pekerjaan dan tanggung jawab saya,” kata Junaedi, 43 tahun, seperti dilansir Reuters, Senin (21/9/2020).

Sebelum pandemi COVID-19, Junaedi secara rutin meninggalkan pekerjaan pada pukul 16.00, dan menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Jakarta telah menjadi pusat pandemi COVID-19 di Indonesia, di mana pihak berwenang berusaha untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Hingga hari Selasa (22/9/2020), 252.923 warga Indonesia terinfeksi Virus Corona, dan 9.837 dari mereka meninggal dunia, dan jumlah ini tertinggi di Asia Tenggara.

PTPN IV PalmCo Fasilitasi 1.160 Pemudik Lewat Program Mudik Bersama BUMN 2026

Menurut data pemerintah kota Jakarta, setelah lonjakan pada pada awal pandemi, penguburan di Jakarta turun menjadi rata-rata sekitar 20-30 per hari pada bulan Juli dan Agustus. Namun mereka melonjak pada bulan September menjadi antara 50 dan lebih dari 60 per hari.

Mobil-mobil ambulance yang membawa korban mengular di sekitar pintu masuk pemakaman Pandok Ranggoon, Jakarta Timur.

Menurut Junaedi, jika kecepatan penguruan seperti saat ini berlanjut, maka pemakaman bisa penuh dalam waktu dua bulan.

“Biasanya kami mengubur sekitar 10 orang setiap hari. Tapi beberapa hari terakhir ini, penanganan penguburan COVID-19 rata-rata mencapai 30 per hari,” ujarnya.

Bagi istri Junaedi, Karlina, pekerjaan suaminya adalah sumber ketakutan bagi anak-anaknya yang masih kecil, meskipun proses pemakaman tetap mematuhi protokol kesehatan.

ParagonCorp Perkuat Semangat Ramadan Global Lewat Program Sosial Wardah dan Kahf

“Saya masih punya dua anak di rumah jadi pasti saya takut dan khawatir,” kata Karlina.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan lebih banyak lahan telah dialokasikan jika itu terjadi.

Anies dalam sebuah wawancara minggu lalu mengatakan, meskipun tidak semua penguburan pasti adalah pasien COVID-19, namun saya tidak melihat ada penyakit lain yang terjadi di kota kami.

Sementara itu, jumlah kematian di seluruh Indonesia rata-rata 114 per hari selama seminggu terakhir, dan ini jumlahnya pun naik.

Mitrapol Peduli Gelar Bakti Sosial, Bagikan Sembako dan Santuni Anak Yatim di Jakarta dan Tasikmalaya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×