Daerah Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Soekarno Centre Diresmikan di Lampung Timur, Dewi Ayu Gagas Integrasi Sejarah dan Kemandirian Desa

Soekarno Centre Diresmikan di Lampung Timur, Dewi Ayu Gagas Integrasi Sejarah dan Kemandirian Desa

Dewi Ayu Gembirowati Soekarno Putri bersama ratusan anggota komunitas Galeri Bung Karno dan para tamu undangan dalam kegiatan peresmian Empat Pilar Gerakan Desa di Lampung Timur, Sabtu (10/10/2026).(Foto:Istimewa)

MEDIAGEMPITA.COM – Dewi Ayu Gembirowati Soekarno Putri, inisiator Empat Pilar Gerakan Desa, memperkenalkan gagasan pembangunan desa yang mengintegrasikan pelestarian sejarah Bung Karno, pendidikan kebangsaan, penguatan kelembagaan ekonomi, dan sinergi pembangunan nasional.

Gagasan tersebut diperkenalkan dalam kegiatan peresmian Soekarno Centre di Jalan Nusantara Raya, Desa Bumi Jawa, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan instansi pemerintah, unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, komunitas Galeri Bung Karno, serta perwakilan kepala desa dari berbagai daerah.

Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya direncanakan hadir dilaporkan berhalangan. Dalam kegiatan itu, Dr. Andi Wijaya, S.T., M.AP., Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi, turut hadir. Hadir pula Hayudian Utomo, S.Sos., M.M., Kepala Bidang Ketransmigrasian Provinsi Lampung, serta perwakilan Forum Aliansi Persaudaraan Indonesia-Iran, Buya Hasan dan Sekretaris Jenderal Jalaludin.

Sejumlah unsur aparat keamanan yang disebut hadir berasal dari kepolisian dan TNI, termasuk jajaran Polsek Batanghari Nuban, Polres Lampung Timur, Polda Lampung, Koramil, dan Kodim.

Dikawal Jet Tempur Sukhoi, Presiden Mesir El-Sisi Tiba untuk Kunjungan Kenegaraan

Dewi Ayu Dorong Desa Menjadi Fondasi Pembangunan

Dalam gagasan yang diperkenalkannya, Dewi Ayu menempatkan desa sebagai salah satu fondasi penting pembangunan bangsa. Menurut kerangka tersebut, penguatan ekonomi masyarakat perlu berjalan beriringan dengan pelestarian sejarah perjuangan bangsa dan penanaman nilai-nilai kebangsaan.

Melalui Soekarno Centre, Museum dan Galeri Bung Karno, serta rencana program penguatan ekonomi desa, ia berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha.

Gagasan itu juga diarahkan untuk mendorong kemandirian, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat melalui program yang dapat diterapkan serta dievaluasi secara terukur.

Empat Pilar Gerakan Desa

Diduga Curi Uang Bermodus Hipnotis, 2 WNA Iran Dideportasi Rudenim Denpasar

Dalam kegiatan tersebut, diperkenalkan empat pilar yang menjadi kerangka gagasan pembangunan desa dan kelurahan.

Pilar pertama adalah Rumahku Istanaku–Soekarno Centre, yang diarahkan menjadi pusat kajian kebangsaan, sejarah perjuangan, dan pendidikan nilai-nilai Pancasila.

Pilar kedua berupa Museum dan Galeri Bung Karno, yang diperkenalkan sebagai sarana edukasi sejarah sekaligus ruang pelestarian warisan perjuangan Proklamator Republik Indonesia.

Pilar ketiga adalah Bank Central Soekarno, sebuah gagasan penguatan kelembagaan ekonomi dan koperasi bagi desa serta kelurahan. Status badan hukum, perizinan, sumber pendanaan, dan mekanisme operasionalnya perlu dijelaskan lebih lanjut oleh pihak penyelenggara agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh.

Pilar keempat ialah Wadah Tunggal 83.755 Desa dan Kelurahan NKRI, yang diproyeksikan menjadi ruang komunikasi, konsolidasi, dan sinergi pembangunan desa serta kelurahan secara nasional.

FAI Soroti Potensi Kolaborasi Indonesia-Taiwan dalam Pendidikan dan Teknologi

Keempat pilar tersebut menggabungkan unsur pendidikan kebangsaan, pelestarian sejarah, penguatan ekonomi, dan koordinasi pembangunan masyarakat. Implementasinya memerlukan program kerja yang jelas, pembagian tanggung jawab, serta indikator keberhasilan yang dapat dievaluasi.

Andi Wijaya Soroti Penguatan Ekonomi Lokal

Sementara itu, Dr. Andi Wijaya menyoroti pentingnya pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Menurutnya, pengembangan potensi lokal perlu didukung diversifikasi usaha, pengolahan hasil produksi, dan industrialisasi berbasis masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi juga dapat menciptakan nilai tambah melalui produk olahan dan kegiatan usaha yang lebih beragam.

Pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal diharapkan membuka peluang usaha, memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Pandangan tersebut berkaitan dengan upaya mendorong masyarakat desa agar mampu mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki melalui pengembangan usaha produktif dan penguatan kapasitas ekonomi.

Transparansi dan Akuntabilitas Menjadi Perhatian

Pelaksanaan Empat Pilar Gerakan Desa membutuhkan perencanaan yang terukur, tata kelola yang jelas, kolaborasi lintas sektor, serta evaluasi terhadap manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.

Khusus gagasan yang berkaitan dengan perbankan, koperasi, dan layanan ekonomi, kejelasan status hukum, pemenuhan persyaratan perizinan, sumber pendanaan, serta mekanisme pengelolaan menjadi aspek penting untuk diperhatikan.

Keterbukaan informasi diperlukan agar masyarakat dapat memahami bentuk kegiatan, pihak yang bertanggung jawab, serta manfaat dan risiko dari setiap program yang ditawarkan.

Dengan demikian, perkembangan gagasan tersebut dapat dinilai secara objektif berdasarkan pelaksanaan dan dampaknya bagi masyarakat.

Soekarno Centre Diharapkan Menjadi Ruang Edukasi

Pengenalan Empat Pilar Gerakan Desa di Lampung Timur menjadi momentum untuk memperkenalkan gagasan yang menghubungkan pelestarian sejarah, pendidikan kebangsaan, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Keberhasilan gagasan tersebut akan bergantung pada kejelasan program kerja, konsistensi pelaksanaan, keterbukaan pengelolaan, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Pada akhir kegiatan, para tamu undangan diajak melihat langsung bagian dalam gedung Museum Soekarno Centre sebagai bagian dari rangkaian acara peresmian.(red)

×
×