News
Beranda / News / Penjelasan Polisi soal Tewasnya Sekeluarga yang Diduga Bunuh Diri di Apartemen Penjaringan

Penjelasan Polisi soal Tewasnya Sekeluarga yang Diduga Bunuh Diri di Apartemen Penjaringan

Penjelasan Polisi soal Tewasnya Sekeluarga yang Diduga Bunuh Diri di Apartemen Penjaringan
ilustrasi

Jakarta, Gempita.co – Polsek Penjaringan masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait tewasnya sekeluarga yang diduga bunuh diri di Apartemen Teluk Intan Topas Tower Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu (9/3/2024).

“Kami sudah ambil keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian perkara,” kata Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Agus Ady Wijaya di Jakarta, Minggu (10/3/2024).

Ady mengatakan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, para korban yang diduga bunuh diri dengan melompat gedung apartemen terdiri dari suami EA (50), istri AIL (52) dan dua anaknya, yaitu JWA (13) serta JL (15).

Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 - LSM Gempita

Mereka sudah lama tidak menempati apartemen ini sejak dua tahun lalu.

“Tangan keempatnya terikat saat melakukan aksi bunuh diri. Mereka jatuh bersamaan,” katanya.

Prabowo Berhentikan Listyo Sigit dari KSP, Mensesneg Soroti Dugaan Penyadapan

Ia mengungkapkan, petugas juga memeriksa ponsel milik korban untuk mengetahui penyebab mereka melakukan aksi bunuh diri.

“Kami juga akan koordinasi dengan keluarga dan kembangkan dari ponsel mereka untuk mencari penyebab aksi tersebut,” ungkapnya.

Menurut Ady, keempat korban ditemukan petugas keamanan yang berjaga di lobi apartemen. Saat itu, petugas mendengar suara dentuman keras. Setelah diperiksa petugas menemukan empat jenazah dalam kondisi terlentang.

“Petugas kemudian melapor peristiwa tersebut ke polisi. Kami masih mendalami dan menyelidiki hal tersebut,” ujarnya.

“Kami langsung datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi tubuh korban,” sambungnya.

Prabowo Terima Fadli Zon, Bahas Rekomendasi Gelar Pahlawan Nasional 2026

Semua korban langsung dibawa ke RSCM untuk visum et repertum. Mereka mengalami luka berat di bagian kepala, tangan dan kaki.(red)

×
×