JAKARTA, MEDIAGEMPITA.COM – Indonesia mendorong proses pemilihan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berlangsung secara kredibel, transparan, dan imparsial. Proses tersebut diharapkan menghasilkan pemimpin yang mampu memperkuat multilateralisme, menghormati hukum internasional, serta mendorong reformasi PBB.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan Indonesia terus memantau perkembangan pemilihan Sekjen PBB, khususnya setelah pelaksanaan jajak pendapat ketujuh di Dewan Keamanan (DK) PBB pada Jumat (30/10/2026).
“Indonesia mendukung proses pemilihan yang kredibel, transparan, dan imparsial yang dipandu oleh Piagam PBB dan komitmen kuat terhadap multilateralisme,” demikian keterangan tertulis Kemlu RI melalui akun media sosial X.
Kemlu RI juga menanggapi masuknya Lana Nusseibeh dari Uni Emirat Arab sebagai salah satu kandidat dalam proses pemilihan. Indonesia memandang kehadiran calon baru tersebut sebagai bagian dari dinamika yang sedang berlangsung.
Menurut Kemlu, pemilihan Sekjen PBB kali ini berlangsung pada masa penting bagi organisasi tersebut dan komunitas internasional. Karena itu, PBB membutuhkan pemimpin yang mampu menyatukan negara-negara, memperkuat penghormatan terhadap hukum internasional, dan mendukung agenda reformasi organisasi.
Indonesia juga berharap Sekjen PBB berikutnya dapat memperkuat suara negara-negara berkembang serta menghasilkan langkah konkret yang bermanfaat bagi seluruh anggota PBB.
Rebeca Grynspan Unggul dalam Jajak Pendapat
Persaingan kandidat Sekjen PBB masih berlanjut setelah jajak pendapat ketujuh di Dewan Keamanan pada 30 Oktober 2026 belum menghasilkan keputusan final.
Mengutip laporan Reuters, mantan Wakil Presiden Kosta Rika sekaligus Sekretaris Jenderal Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), Rebeca Grynspan, memperoleh dukungan terbanyak dengan 11 suara mendukung dan empat suara menolak.
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi dari Argentina, berada di posisi berikutnya dengan sembilan suara mendukung, empat suara menolak, dan dua suara tanpa pendapat.
Sementara itu, Carolyn Rodrigues-Birkett memperoleh delapan suara mendukung. Kandidat dari Uni Emirat Arab, Lana Nusseibeh, mengantongi tujuh suara mendukung, enam suara menolak, dan dua suara tanpa pendapat.
Reuters melaporkan angka tersebut berdasarkan informasi hasil jajak pendapat tertutup yang beredar. Dengan demikian, hasil itu bukan keputusan resmi Dewan Keamanan PBB mengenai kandidat yang akan direkomendasikan sebagai Sekjen PBB berikutnya.
Turkiye Ajukan Feridun Sinirlioglu
Di tengah persaingan yang masih berlangsung, Turkiye turut mengajukan Feridun Sinirlioglu sebagai kandidat Sekjen PBB. Sinirlioglu saat ini menjabat Sekretaris Jenderal Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE).
Pencalonan tersebut disampaikan melalui surat Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan kepada Presiden Majelis Umum PBB dan Ketua Dewan Keamanan PBB.
Masuknya sejumlah kandidat menunjukkan proses pemilihan Sekjen PBB masih dinamis. Dewan Keamanan nantinya akan menjalankan tahapan lanjutan sebelum memberikan rekomendasi kepada Majelis Umum PBB untuk menetapkan Sekjen berikutnya.
Sementara itu, masa jabatan Sekjen PBB Antonio Guterres akan berakhir pada 31 Desember 2026. Penggantinya dijadwalkan mulai menjalankan tugas pada 1 Januari 2027.(red)
