Internasional
Beranda / Internasional / China Dikabarkan Akhiri Produksi Type 052D, Peluang Ekspor Masih Jadi Tanda Tanya

China Dikabarkan Akhiri Produksi Type 052D, Peluang Ekspor Masih Jadi Tanda Tanya

Kapal perusak Type 052D milik China berlayar di perairan terbuka. (Foto: Istimewa)

JAKARTA,MEDIAGEMPITA.COM – China dikabarkan berpotensi menghentikan produksi kapal perusak Type 052D setelah jumlahnya mencapai sekitar 40 unit. Informasi tersebut muncul di tengah modernisasi armada laut China dan pengembangan kapal perang dengan kemampuan yang lebih besar.

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah China mengenai keputusan penghentian produksi tersebut. Karena itu, kabar tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

Type 052D merupakan kapal perusak multiguna yang dioperasikan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China. Kapal ini dilengkapi radar modern dan sistem peluncur rudal vertikal yang mendukung berbagai misi, termasuk pertahanan udara serta operasi serangan terhadap sasaran di laut.

Pada Juni 2026, laporan media pemerintah China menyebut Angkatan Laut negara tersebut telah mengoperasikan 35 kapal Type 052D. Sementara itu, sejumlah laporan pertahanan memberikan perkiraan berbeda mengenai jumlah kapal yang telah dibangun dan kemungkinan kelanjutan produksinya. Perbedaan angka tersebut perlu diperhatikan karena jumlah kapal yang dibangun tidak selalu sama dengan jumlah yang telah resmi masuk dinas.

Produksi Domestik dan Peluang Ekspor

AsetKu Gandeng AFPI Dorong Literasi Keuangan di Jakarta Financial Festival 2026

Jika China benar-benar menghentikan produksi Type 052D untuk memenuhi kebutuhan armada domestik, hal itu tidak otomatis menutup peluang ekspor. Kebijakan ekspor tetap bergantung pada keputusan pemerintah China, strategi industri pertahanan, ketersediaan kapal, dan kesepakatan dengan negara calon pembeli.

Bagi Indonesia, perkembangan tersebut menarik untuk dicermati dalam konteks penguatan kemampuan pertahanan maritim. Namun, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa Indonesia akan membeli Type 052D ataupun bahwa peluang pengadaannya telah tertutup.

Pada 2024, media pertahanan Janes melaporkan bahwa China pernah menawarkan Type 052D kepada Indonesia dalam konteks pembahasan pengadaan kapal selam S26T. Laporan mengenai penawaran tersebut tidak dapat diartikan sebagai bukti bahwa Indonesia telah menyetujui atau memutuskan pembelian kapal perusak tersebut.

Pertimbangan Pengadaan Kapal Perang

Pengadaan kapal perang memerlukan kajian menyeluruh, mulai dari kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut, kemampuan anggaran, kesesuaian sistem persenjataan, hingga biaya pemeliharaan dan dukungan teknis dalam jangka panjang.

Lanud Halim Perdanakusuma Dukung Distribusi Material OMC untuk Atasi Karhutla

Selain itu, integrasi kapal dengan sistem pertahanan yang telah dimiliki Indonesia menjadi salah satu aspek penting dalam menentukan pilihan alutsista.

Dengan demikian, kabar mengenai kemungkinan berakhirnya produksi Type 052D masih perlu menunggu konfirmasi resmi. Demikian pula, peluang ekspor ke Indonesia belum dapat dipastikan hanya berdasarkan laporan mengenai perubahan produksi kapal tersebut.(red)

×
×