Internasional
Beranda / Internasional / Terancam Punah, Trenggiling Kini Bukan Lagi Obat Tradisional China

Terancam Punah, Trenggiling Kini Bukan Lagi Obat Tradisional China

Delapan spesies trenggiling di dunia terancam punah akibat perburuan ilegal untuk mengambil sisik dan dagingnya/Foto: net

Gempita. co – Trenggiling merupakan hewan langka yang akhir-akhir ini diperbincangkan sebagai penyebab penyebaran virus corona.

Dalam sebuah studi di China, menunjukkan trenggiling merupakan inang perantara dalam proses penularan.

Trenggiling akhirnya kini berada di posisi sama dengan kelelawar, yang diduga menyebar virus corona ke manusia melalui perdagangan ilegal di Asia.

Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 - LSM Gempita

Sudah sejak lama hewan bersisik pemakan semut ini memiliki daging yang lezat, serta sisik yang menjadi bahan obat tradisional.

Dilansir Surat Kabar China Health Times, trenggiling telah dicoret dari daftar resmi obat tradisional.

Juventus Kalahkan AZ Alkmaar 2-1, Koopmeiners dan Kolo Muani Jadi Penentu

Langkah tersebut dilakukan setelah China meningkatkan status perlindungan trenggiling ke level tertinggi pekan lalu.

Delapan spesies trenggiling di dunia terancam punah akibat perburuan ilegal untuk mengambil sisik dan dagingnya.

Beberapa lembaga konservasi menyambut baik kebijakan China ini. Paul Thomson dari organisasi Save Pangolin menyebutnya momen terobosan buat trenggiling.

“Langkah China untuk menghapus sisik trenggiling dari daftar obat-obatan tradisional bisa menjadi titik balik yang kita tunggu-tunggu,” katanya.

Diketahui, tubuh trenggiling ditutupi lapisan sisik, yang dirancang untuk melindunginya dari pemangsa.

Indonesia Dorong Pemilihan Sekjen PBB yang Kredibel, Persaingan Masih Berlanjut

Sisiknya sangat dicari-cari oleh para praktisi pengobatan tradisional China, sementara dagingnya dianggap sebagai makanan lezat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×